10:9 on Isteri Kita adalah Manusia Perkasa

November 20, 2006 at 4:35 am 2 comments

************************************************************************
************************************************************************
*************************************************
KUTIPAN:
Dengan jam kerja yang nyaris duapuluh empat jam, istri-istri kita masih
harus juga menjaga kebugaran tubuh dengan mencuri-curi waktu untuk
beristirahat, menjaga kesabaran dan keseimbangan emosi melihat pola
tingkah anak-anak yang kadang memancing kemarahan, atau mengatur waktu
ibadah dan merawat semangat spiritual mereka. Alangkah beratnya! Saya
jadi tahu, DI BALIK KELEMBUTAN MEREKA, PARA ISTRI ADALAH MANUSIA
PERKASA.

KITA PARA SUAMI, SERING EGOIS MEMINTA HAK. Apa YANG KITA CIUM HARUSLAH
WANGI, YANG KITA LIHAT HARUS BERSIH RAPI, YANG KITA DENGAR HARUSLAH
KEMERDUAN, YANG KITA RASA ADALAH KELEZATAN, DAN TIDUR PUN HARUSLAH
LELAP. Sementara ISTRI-ISTRI KITA ADALAH MANUSIA BIASA YANG KADANG
KHILAF DAN LUPA.

” TERIMA KASIH ISTRIKU, SEMOGA ALLAH MENERIMA AMAL IBADAHMU.”
************************************************************************
************************************************************************
*************************************************

Judul Asli: Doa Untuk Istri
Penulis: Anonim

Seperti biasanya, suasana senyap langsung terasa begitu saya
menginjakkan kaki di ruang tamu. Jam sepuluh malam. Anak-anak dan isteri
sudah berkelana di alam mimpi, terlelap di peraduan. Kadang dengan
setumpuk baju yang belum selesai diseterika, kadang dengan buku bacaan
yang berserakan di sekitar tempat tidur anak-anak. Wajah isteri saya
terlihat sangat ‘lelah’.

Besok pagi setelah subuh, ada jadwal mengisi kajian di masjid dekat
kampus. Sorenya ada rapat di sebuah yayasan, dan malamnya ada kajian
lingkar studi Islam. Itu artinya, seharian berada di luar rumah dan
pulang larut malam. Seperti malam ini.

Sejak awal pernikahan, ISTRI SAYA FAHAM BAHWA SUAMINYA ADALAH SEORANG
DAI YANG AKTIF BERDAKWAH. Hampir setiap hari keluar rumah untuk
menyampaikan pengajian, mengisi training, atau mengikuti kegiatan dakwah
lainnya. Tak jarang harus keluar kota beberapa hari. Dan sampai hari
ini, Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik.

Saya sering berfikir, BETAPA BESAR JASA ISTRI SAYA. SEMUA KEGIATAN SAYA
YANG LANCAR-LANCAR SAJA SELAMA INI, TIDAK TERLEPAS DARI DUKUNGAN DAN
PENGORBANANNYA. Keadaan rumah yang baik-baik saja selama saya pergi,
membuat hati saya terasa aman dan nyaman melakukan
aktifitas di luar. Dan begitu pulang, suasana ‘beres” yang terlihat,
membuat saya merasa lega. Tidak ada hal-hal yang membebani batin.

Tentunya juga suami-suami yang lain. Isteri-isteri mereka memiliki andil
yang tidak kecil. Saya yakin, bahwa DI BELAKANG SETIAP LELAKI YANG
SUKSES, HAMPIR
SELALU ADA SEORANG WANITA YANG MEM-BACK UP KEBERHASILANNYA. Seperti juga
SETIAP ISTRI YANG TIDAK BECUS MENGURUS RUMAH, HANYA AKAN MENAMBAH
KEJENGKELAN PARA SUAMI, DAN MEMBEBANI PIKIRAN.

Para suami kemudian MELAMPIASKANNYA DI LUAR RUMAH KARENA TIDAK BETAH,
KARENA RUMAH TIDAK CUKUP MEMBERI KETENANGAN DAN KENYAMANAN. Berapa
banyak suami yang lebih suka menghabiskan malam-malamnya di perempatan
jalan atau pos ronda, ngobrol ngalor ngidul tanpa manfaat yang berarti?
Tak jarang berujung pada terbentuknya kelompok penjudi, pemabok atau
perbuatan haram lainnya. Dengan alasan berbeda, saya pun termasuk banyak
keluar rumah.

Jadwal kesibukan saya yang padat, sering tidak memberikan waktu yang
cukup bagi isteri saya beristirahat. Saya kuliah, bekerja, berdakwah dan
menulis untuk majalah. Dan itu menyita sebagian besar waktu yang saya
miliki. Praktis, isteri saya mengambil alih hampir seluruh pekerjaan
kerumahtanggaan. Memasak, mencuci, menemani anak-anak bermain dan
belajar, mengecek hafalan mereka, melayani saya atau pekerjaan lain yang
terus mengalir seolah tanpa henti.

Sementara saya belum mampu meringankan pekerjaannya. Secara fisik dengan
menyediakan alat-alat bantu elektronik ataupun pembantu rumah tangga.
Karena saya bukan termasuk yang berpenghasilan besar. Atau secara psikis
dengan selingan hiburan yang memadai. Hari Ahad -hari keluarga- pun,
sering keluar rumah karena ada acara penting yang datang mendadak. Hal
yang kadang membuat saya merasa bahwa yang saya berikan kepadanya hanya
setumpuk beban dan tanggung jawab.

Bayangkan, para isteri kita harus membereskan semua pekerjaan rumah yang
melelahkan fisik, mengalokasikan uang belanja yang pas-pasan agar tidak
kehabisan energi di tengah bulan, mengatur menu agar variatif meski
tetap terjangkau, mendidik anak-anak yang lebih sering menambah
kerepotan daripada meringankan pekerjaan, dan memberi perhatian dan
melayani kita.

Dengan jam kerja yang nyaris duapuluh empat jam, mereka masih harus juga
menjaga kebugaran tubuh dengan mencuri-curi waktu untuk beristirahat,
menjaga kesabaran dan keseimbangan emosi melihat polah tingkah anak-anak
yang kadang memancing kemarahan, atau mengatur waktu ibadah dan merawat
semangat spiritual mereka. Alangkah beratnya! Saya jadi tahu, DI BALIK
KELEMBUTAN MEREKA, PARA ISTRI ADALAH MANUSIA PERKASA.

KITA PARA SUAMI, SERING EGOIS MEMINTA HAK. Apa YANG KITA CIUM HARUSLAH
WANGI, YANG KITA LIHAT HARUS BERSIH RAPI, YANG KITA DENGAR HARUSLAH
KEMERDUAN, YANG KITA RASA ADALAH KELEZATAN, DAN TIDUR PUN HARUSLAH
LELAP. Sementara ISTRI-ISTRI KITA ADALAH MANUSIA BIASA YANG KADANG
KHILAF DAN LUPA.

Adalah HAL YANG WAJAR, JIKA BEBERAPA HASIL PEKERJAAN MEREKA TIDAK
SEMPURNA, ATAU ADA KEKURANGANNYA. Dan itu BUKAN ALASAN UNTUK
MENCARI-CARI KESALAHAN DARI KETIDAKSEMPURNAAN MEREKA. ADA FLUKTUASI IMAN
DAN ADA SAAT TERTENTU, DIMANA PARA WANITA TERKENA SINDROM PRA-HAID.
Ketika hormon estrogen dan progesteron mereka sedang mengalami
ketidakseimbangan. Pasa saat itulah para wanita menjadi lebih sensitif,
lebih galak, suka merengut, atau marah-marah tanpa sebab. Disamping
secara fisik akan membuat mereka pegal-pegal, jerawatan, sakit kepala,
ngilu pada sendi, bahkan mungkin, pusing dan depresi.

MESKI TIDAK BISA MEMAHAMI WANITA SECARA SEMPURNA, PENGETAHUAN KITA
TERHADAP HAL-HAL SEPERTI INI, AKAN BISA MEMBANTU BANYAK. PALING TIDAK,
KITA MENJADI TIDAK TERLALU MENUNTUT DAN BISA MENERIMA KEKURANGAN MEREKA
APA ADANYA, KEMUDIAN MENGHARGAINYA. Syukur kalau bisa membantu
meringankan pekerjaan mereka, meski sekedar ucapan terima kasih, wajah
cerah, sedikit pujian, atau hadiah-hadiah kecil. Juga MENDOKAN MEREKA DI
SETIAP MUNAJAT KITA, AGAR ALLAH MEMBANTU MEREKA SELALU MENGIKHLASKAN
NIAT DAN TETAP ISTIQAMAH. PERCAYALAH, ITU SANGAT BERARTI.

SEDERHANA, namun SERING DIABAIKAN PARA SUAMI YANG MEMANG CENDERUNG
BERSIFAT EGOSENTRIS, SELF-ORIENTED DAN LEBIH SUKA BERFIKIR ZAKELIJK.
Yang karenanya SERING TIDAK PEKA MENANGKAP ISYARAT DAN MENGABAIKAN
HAL-HAL KECIL. Normatif dan tidak estetis. Padahal wanita dicipta dengan
kecenderungan hetero-sentris dan karenanya, menjadi lebih sosial. MEREKA
LEBIH MAMPU BERKORBAN UNTUK ORANG LAIN DAN SERING MENGABAIKAN
KEPENTINGAN DIRI SENDIRI. BAGI MEREKA, PENGHARGAAN ORANG LAIN ATAS
PEKERJAAN MEREKA, SANGATLAH BERARTI.

Malam ini saya tertidur lelap, namun saya berjanji untuk memulainya
besok. Bangun pagi dengan senyum mengembang dan mendekati isteri seraya
berucap, “
TERIMA KASIH ISTRIKU, SEMOGA ALLAH MENERIMA AMAL IBADAHMU.” Dan akan
saya lihat semburat merah di wajahnya.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Akhukum fillah,

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

9:11 on Kiat-kiat Menyempurnakan Pernikahan 4 n’ is A — DO’A

2 Comments Add your own

  • 1. RT. 002 / RW. 013  |  September 11, 2007 at 4:31 am

    Ya Benerr aku setuju dengan tulisanmu.
    Ibarat Perusahaan, istri kita itu Accouting and Finance Manager, GA and HRD Manager, Training and Development Manager, Operation Manager, Procurement Manager, etc…
    Kalo begitu kita mau gaji istri kita itu BERAPA?????
    Mana cukup gaji kita buat mereka…Hidup Istri Kita

  • 2. Harianto daulay  |  October 14, 2010 at 9:20 am

    Saya baru 2 bulan menikah.terima kasih atas ukiran kalimat yg anda buat.saya jadi ngerti begitu beratnya peran istri dalam rumah tangga. I LOVE YOU istri ku tersayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Banner

Blogger Ngalam

Blog Stats

  • 60,595 hits

Archives

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: