Kutemukan Belahan Jiwaku

October 30, 2007 at 2:27 am Leave a comment

nemu dari eramuslim..(dulu si pernah di kirim buat papanya fadhil..ehem..ehem..:D..)

Kutemukan Belahan Jiwaku ..

eramuslim – Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah mutlak

milik Allah Swt, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya
kecuali sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam
pikiranku sejak lewat dua tahun lalu. Mendorongku untuk terus
berikhtiar dan selalu berkhusnudzon kepada Allah Azza wa Jalla tentang
kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.

Dalam proses pencarian diusiaku yang ketiga-puluh-tiga, beberapa
teman dekat mulai dijajaki, ta’aruf pun dilakukan. Dalam proses
ta’aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan
rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what’s going on with me?
Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah
aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Bahkan seorang sahabat
sempat berkomentar miring tentang keengganan aku memberikan respon
kepada salah satu dari mereka. Si sahabat mengatakan bahwa aku adalah
type ‘pemilih’ yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik
hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan
kepalaku ke arahnya karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah
si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk
membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Tapi
lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang,
jujur saja aku tidak tahu.

Again, jodoh sesungguhnya sebuah rahasia yang mutlak milik
Allah Swt. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng.
Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind
proses pertemuan kami, wuih … unbelievable! but it happened! Subhanallah…

Suamiku adalah sosok yang biasa dan sangat sederhana, namun justru
kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillaah
hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa
malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu
hal, “apakah bunda bahagia menikah dengan aku?” aku pun menjawab dengan
jeda waktu sedikit lama, “ya, bunda bahagia, ayah”. Masya Allah,
seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini
lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup
menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab
pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara
verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di
hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di
jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah.

Pertama kali aku melihat suamiku adalah ketika acara ta’lim kantor
kami di luar kota. Kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya
kesederhanaan dan wajah teduhnya sempat mampir di dalam pikiranku.
Beberapa hari kemudian, aku terlibat diskusi di forum ta’lim yang
difasilitasi oleh kantor kami. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah
yang sangat besar. Rupanya teman diskusi itu adalah si empunya wajah
teduh tersebut. Ini aku ketahui ketika kami janjian bertemu di suatu
majelis ta’lim di salah satu masjid di Jakarta.
Sempat juga aku kaget ketika menemui wajah yang tidak asing itu.
Setelah acara ta’lim selesai, kami sempat mengobrol selama kurang dari
satu jam dan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada yang
special pada saat itu, at all.

Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajah teduh itu mulai
hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak
sana. Kami pun sepakat untuk melakukan ostikharah. Subhanallaah,
tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk
menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Satu minggu setelah
pertemuan kami di masjid, sang calon suami pun melamarku lewat telepon.
Pun tanpa ada keraguan aku menjawab YA, ketika dia mengatakan akan
membawa keluarganya untuk meng-khitbah ahad yang akan datang.

Pernikahan kami terlaksana justru bersamaan dengan rencana khitbah
itu sendiri. Proses yang terjadi adalah keajaiban buat kami berdua dan
semua adalah kuasa Allah yang ditunjukkan kepada kami. Kami rasakan
‘tangan’ Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan.
Hari H yang semestinya adalah pertemuan antar dua keluarga dalam acara
khitbah, justru dilakukan bersamaan dengan akad nikah. Sujud syukur
kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai
dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat
ke KUA, hanya dilakukan dalam waktu 1 hari 1 malam!!. Maha Suci Allah,
hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah
rencana terbaik dari Allah Swt dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian
suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan
yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya.
Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan
yang lebih baik dengan mengharap ridho Allah, karena tanggal pernikahan
kami selisih satu hari setelah hari Isra mi’raj.

Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup
ternyata jodohku tidak pernah jauh dari pelupuk mata. Suamiku adalah
teman satu kantor yang justru tidak pernah aku kenal kecuali dua minggu
sebelum pernikahan kami. Inilah rahasia Allah Swt yang tidak pernah
dapat kita ketahui kecuali dengan berkhusbudzon kepada-Nya. Percayalah,
bahwa Allah Swt adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah
segala urusan hanya kepada Allah semata. Jika sekarang para akhwat yang
sudah di atas usia kepala tiga merasa khawatir karena belum mendapatkan
pasangan/jodoh, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan
sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
(ar-Ruum:21)

Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah perpasangan. Ber-khusnudzon
selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau
bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan ijin Allah, jodoh kalian
pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan
dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan.
Wallahu’alam bishshowab. (bunda)
——————–
“Pernikahan kami terlaksana… Proses yang terjadi adalah keajaiban buat kami berdua dan semua adalah kuasa Allah yang ditunjukkan kepada kami…:)….Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku tidak pernah jauh dari pelupuk mata….:)..:)..”

Powered by ScribeFire.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

love story Mengapa wanita mudah menangis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Banner

Blogger Ngalam

Blog Stats

  • 60,605 hits

Archives

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: