Memimpin dengan hati(santun)

November 14, 2007 at 8:13 am Leave a comment

by papane fadhil..^-^

english version: klik disini

Pemimpin bukanlah seorang yang memiliki segudang pengetahuan, setumpuk jabatan besar, segunung harta, setinggi strata pendidikannya atau sehebat diplomasinya, tapi *hanyalah seorang yang mampu mengatur dan menggerakkan nuraninya untuk berlaku sensitif.

*hanyalah, bisa diartikan sebagai sesuatu yang sederhana saja, yang setiap orang bisa menjadi pemimpin.

Merasakan dengan hatinya terhdap segala gerak, eksistensi dan perubahan hidup disekitarnya.

Menyampaikan sapaan sederhana semisala “bagaimaa pekerjaan hari ini”, ..sambil mengulurkan tangan berjabatan atau menepuk pundak bagi pekerja laki2.

Menanyakan anak dan keluarga, bahkan yang paling sederhana adalah lontarkan senyum.

Selalu berusaha berada di tengah2 mereka, tanpa harus meyebut aku adalah Bos. Dalam kelompok2 sosial kemasyarakatan, datangi mereka sebelum mereka mendatangi kita. Jaga hubungan dengan silaturahmi. Proaktif bilamana ada permasalahan yang bisa dibantu untuk dipecahkan.

Dari beberapa hal tersebut kita bangun kepercayaan yang lebih baik, jadikan mereka bukan sekedar partner kerja tapi sudah sebagai seorang pemimpin, tentu pada porsinya.

Pahamkan bahwa pemimpin itu adalah yag mengilhami bukan yang menyuruh, meneduhkan bukan menakutkan. Mengatakan ‘kita’ bukan ‘aku’. Menunjukkan apa yang salah bukan siapa yang salah. Tahu bagaimana mengerjakan, bukan bagaimana seharusnya dikerjakan. Membangkitkan rasa hormat bukan menuntut rasa hormat, mengatakan ‘mari kita selesaikan’ bukan ‘cepat selesaikan’.

Dalam sebuah organisasi, baik organisasi usaha maupun sosial, kita harus mulai membangun pemahaman bahwa setiap anggota yang terlibat didalamnya aadlah Pemimpin. Semuanya wajib berinisiatif, merencanakan, menggerakkan, ‘menyenth’ dengan hati. Beri ruang kepada mereka menunjukkan kepemimpinan mereka, lepaskan sedikit kendali ditangan kita.

Tanpa ada satu orang, yang lainnya pun bisa menjalankan. Tanpa ketergantungan siapapun organisasi bisa berjalan. Karakter kepemimpinan, tanggung jawab dan rasa memiliki demikian pada setiap personal. Alih-alih system dan budaya kerja yang baik akan tumbuh dan berkembang.

Ketika secara otomatis kita telah mengawali dengan menjadikan mereka pemimpin, maka kitalah pemimpin yang utama, pemimpin dengan hati, pemimpin yang berempati.

Powered by ScribeFire.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

happy b’day mom… happy b’day pa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Banner

Blogger Ngalam

Blog Stats

  • 60,605 hits

Archives

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: