13 Rahasia Hamil Bebas Stress

December 19, 2007 at 3:41 am 3 comments

copy paste lagiiii….

13 Rahasia Hamil Bebas Stres

Kehamilan adalah masa yang indah yang seharusnya Anda nikmati sepenuh
jiwa raga. Bila Anda happy saat hamil, si janin pun akan memperoleh
pengaruh positifnya.

Bila berbagai perasaan negatif seperti cemas, takut dan rasa tak
menentu mengganggu Anda dalam masa hamil, Anda perlu tahu bagaimana
cara mengatasinya. Kemampuan Anda mengatasi stres saat hamil akan
memberi dampak positif bagi bayi yang akan dilahirkan. Bila Anda
termasuk calon ibu yang kurang bisa menikmati kehamilan Anda, cobalah
kiat-kiat berikut ini.

1. Curhat dengan teman (>> hehhehehhe…pastinya..)

Berbagi rasa dengan teman-teman dekat, khususnya yang sudah memiliki
anak, bisa jadi salah satu cara yang cukup ampuh dalam menghalau rasa
tidak nyaman. Bisa juga Anda sharing atau curhat dengan anggota
keluarga dan kerabat dekat. Semua saran dan nasihat bisa jadi tambahan
“perbekalan” ilmu yang pasti bermanfaat bagi Anda. Walau begitu, orang
yang paling tepat dan paling banyak dapat membantu meringankan beban
perasaan Anda sebenarnya adalah pasangan Anda!

2. Tutup kuping pada cerita seram (>> gak hamil pun..emang gak suka liat ato denger yang serem2)

Hindari orang-orang yang punya pengalaman melahirkan yang “mengerikan”,
seperti pedihnya sayatan episiotomi (perobekan bagian antara lubang
vagina dan anus-red.) atau luka sayatan operasi caesar. Terus terang ,
kaum wanita biasanya senang bercerita tentang itu. Jadi, bila lawan
bicara Anda melakukan hal tersebut, segera cut si pencerita dengan
sopan. Cerita-cerita seperti itu hanya akan menambah rasa takut,
khawatir, dan cemas Anda. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda malah jadi
stres berkepanjangan selama hamil.

3. Libatkan pasangan (>> so pasti..)

Jangan segan mengajak serta pasangan untuk terlibat langsung dalam
berbagai persiapan menyambut kedatangan si kecil. Misalnya,
mengantarkan Anda ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin. Dengan
cara ini, kedekatan emosi antara Anda pasangan, dan juga si kecil bisa
terjalin. Kekompakan Anda dan pasangan sebagai suatu tim yang solid
akan mempermudah proses persalinan Anda kelak.

4. Belajar dan berlatih teknik relaksasi  (>> yoi..)

Menurut Alice D. Domar, Ph.D, Direktur Mind/Body Center for Women’s
Health di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika
Serikat, hormon stres yang dikeluarkan oleh tubuh ibu hamil yang
tegang, cemas, dan khawatir berlebihan dapat masuk ke dalam plasenta.
Akibatnya, bayi bisa ikut-ikutan merasakannya. Ketenangan hati dan
pikiran selama masa kehamilan memang perlu, bahkan dapat membantu
kelancaran proses persalinan nantinya.

Cobalah belajar dan berlatih teknik-teknik relaksasi. Salah satu
caranya adalah, dengan menarik napas panjang secara perlahan-lahan dan
dalam. Tahan sebentar, lalu hembuskan lagi. Jangan lupa, berusahalah
untuk tetap rileks!

5. Rutin berolahraga (>> nah ini dia yg masih suka males..:D..)

Melakukan olahraga secara rutin (sesuai dengan kondisi tubuh) dapat
membantu mengurangi stres. Apalagi, ada nilai plusnya bila Anda rajin
berolahraga. Tubuh jadi sehat dan bugar.

Bila sebelum hamil Anda sudah terbiasa berolahraga secara rutin,
teruskan kebiasaan baik tersebut. Lakukan sesuai kondisi tubuh dan
kehamilan Anda. Namun, kalau sebelumnya Anda jarang atau tidak biasa
berolahraga, mulailah dengan porsi yang ringan dulu. Secara bertahap,
barulah ditambah porsi dan juga frekuensi latihannya. Ada baiknya, Anda
berkonsultasi dulu dengan dokter Anda, sehingga ditentukan jenis
olahraga, porsi dan frekuensi latihan yang paling pas untuk Anda.

6. Pelajari “ilmu” perawatan bayi (>> siappppp!!)

Mulailah belajar dan memperkaya wawasan Anda seputar seluk-beluk
perawatan bayi baru lahir. Informasi tersebut bisa dengan mudah
diperoleh dari TV, radio, buku, majalah, internet, maupun VCD. Belilah
sedikitnya 1 atau 2 buku tentang dasar-dasar perawatan bayi, yang
menguraikan berbagai persiapan sebelum persalinan, perawatan bayi di
rumah sakit, hingga perawatan selanjutnya di rumah.

7. Pahami hak cuti hamil dan melahirkan (>> oke..)

Bagi ibu hamil yang bekerja, sisihkan waktu untuk mempelajari hak cuti
hamil dan melahirkan yang berlaku di tempat kerja. Bila perlu, buatlah
janji dengan Kepala Bagian Personalia untuk membicarakan hak Anda ini.
Sebaiknya, persiapan ini dimulai sejak trimester ke-1 atau ke-2.

8. Siapkan budget (>> dalam proses..:D..)

Sejak dinyatakan positif hamil, sebaiknya Anda mulai merencanakan dan
mengatur keuangan untuk biaya persalinan serta berbagai keperluan lain
dalam menyambut kedatangan si kecil. Bahkan, tak ada salahnya bila Anda
dan pasangan menyiapkan dana ekstra untuk mengantisipasi kondisi dan
pengeluaran tak terduga. Misalnya, semula Anda berencana untuk
menjalani persalinan normal. Namun, karena sungsang, mungkin saja bayi
Anda harus dilahirkan via operasi Caesar, yang tentu memerlukan biaya
yang jauh lebih besar.

9. Pilih-pilih tempat bersalin (>> done!!)

Sejak trimester ke-1, mulailah “belanja” informasi tentang rumah sakit
bersalin. Misalnya, dari teman, kerabat, brosur, dan lain-lain. Dalam
proses memilah-milih ini, selalu libatkan pasangan.

Sebaiknya, pilih tempat bersalin yang dapat memberikan fasilitas
pelayanan sesuai keinginan dan harapan Anda berdua. Tentu saja, sesuai
kocek Anda juga! Pertimbangkan pula untuk memilih tempat bersalin yang
menyediakan fasilitas rooming in. Bukankah Anda sudah tak sabar untuk
berdekatan dengan si buah hati?

Setelah menentukan pilihan, segera daftarkan diri. Jangan menunda-nunda
hingga akhirnya terlalu dekat dengan hari-H. Bisa-bisa Anda tidak
mendapat tempat yang paling oke!

10. Belilah berbagai keperluan bayi (>> masih ada sisa fadhil..:D)

Persiapan yang satu ini memang sangat mengasyikkan. Bahkan, akan
membuat Anda berdua melupakan sejenak rasa khawatir maupun cemas. Jadi,
nikmatilah saat-saat berbelanja berdua saja dengan pasangan.

Sebaiknya, buatlah daftar barang-barang keperluan pokok yang harus
dibeli, seperti popok, baju, selimut, boks, baby tafel, serta stroller.
Daftar ini akan membuat “acara” belanja Anda jadi efektif dan efisien.
Sebab, Anda hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
Kok begitu? Begitu masuk ke dalam toko perlengkapan bayi, seringkali
Anda langsung “panik”, sebab ingin membeli semua barang yang ada.
Akibatnya, pengeluaran jadi berlipat ganda.

11. Cari informasi tentang dokter anak (>> wohehehhehe..pastinya..DONE!!)

Setelah si kecil hadir, Anda berdua akan dihadapkan dengan sederet
masalah baru yang menantang. Bukan hanya tetek bengek seputar perawatan
bayi, tapi juga masalah seputar kesehatannya. Si kecil memang masih
sangat rentan terhadap serangan berbagai jenis penyakit. Karena itu,
mulailah cari informasi tentang dokter anak yang berpredikat “baik”
dalam memberi fasilitas pelayanan. Ini termasuk juga “baik” dalam
berkomunikasi dengan pasien ketika menjelaskan kesehatan bayi.

Dokter anak pilihan Anda ini nantinya akan memberikan paket imunisasi
dan vaksinasi yang wajib diberikan pada si kecil agar terhindar dari
serangan penyakit selama tahun-tahun pertamanya. Juga, dialah yang akan
membantu Anda dalam menangani masalah kesehatan si kecil kelak. Jadi,
jangan sampai salah pilih!

12. Isi lemari es sebelum hari-H (>> oke..)

Selama hari-hari pertama dan juga bulan-bulan pertama bersama si kecil,
besar kemungkinan Anda tidak punya waktu dan juga kesempatan untuk
belanja keperluan sehari-hari dengan leluasa. Hari-hari Anda hanya akan
dipenuhi dengan segala macam urusan perawatan si kecil. Jadi, lebih
baik Anda sudah mengisi lemari es dengan persediaan makanan maupun
minuman sejak jauh-jauh. Begitu ingin sesuatu, Anda tinggal buka lemari
es. Praktis, bukan?

13. Siapkan koper Anda! (>> Siapppp!!)

Memasuki trimester ke-3, Anda sudah bisa mulai menyiapkan tas atau
koper untuk dibawa ke rumah sakit. Siapkan barang keperluan untuk bayi,
Anda sendiri, dan jangan lupa pasangan! Sebab, pasangan akan terus
menerus mendampingi Anda menjelang, selama, dan usai persalinan. Jadi,
dia juga butuh perlengkapan untuk bermalam.

Dengan persiapan dan rencana yang sangat matang, sebenarnya tak ada
alasan lagi bagi Anda untuk cemas, takut, maupun khawatir berlebihan.
So, just enjoy your pregnancy!

Powered by ScribeFire.

Entry filed under: General. Tags: .

Lebih Sehat Dalam Sehari back

3 Comments Add your own

  • 1. farras  |  December 26, 2007 at 2:49 am

    aminnnnnnnnnnnnnnn..:)

  • 2. Rony  |  March 21, 2009 at 2:04 pm

    Aku copas juga yah mbak..😀
    Untuk ku send ke nyonya

  • 3. farras  |  March 23, 2009 at 1:43 am

    suip lah..monggooo..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Banner

Blogger Ngalam

Blog Stats

  • 60,595 hits

Archives

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: